Sabtu, 07 Februari 2015

Kadang Pertemanan Menjelma Menjadi Pembunuh Sebuah Cinta

Sebuah bangkai bisa jadi tak akan pernah tercium selamanya… jika seseorang yang mencium baunya pura-pura tidak mencium, atau menyangkal sedang mencium bau bangkai.
Namun perasaan cinta bukanlah bangkai. Meski terselip dalam sebuah hubungan rumit bernama “pertemanan”, perasaan tetaplah perasaan. Gue orang yang percaya pada sebuah ungkapan…
Cewek dan cowok tidak pernah bisa menjadi best friend sepenuhnya.
Intensitas ketemu, ngobrol, dan saling terbuka mungkin saja perlahan, sedikit demi sedikit menumbuhkan benih-benih cinta, atau minimal suka. Dalam sebuah pertemanan seorang cowok dan cewek, bisa aja ada salah satu pihak yang sempat berpikir, “Dia baik banget. Mungkin gak sih gue suka sama dia? Apa mungkin kita jadian?”
“Kalau bukan suka? Kenapa gue cemburu kalo dia sama yang lain? Padahal kita cuma temen.”
Dan akhirnya pemikiran dan perasaan itu dibunuh dan dikubur dalam-dalam dengan batu nisan bertuliskan “atas nama pertemenan” tertancap di atasnya.
Dari contoh di atas, kadang gue berpikir pertemanan itu kejam. Sebuah pertemanan di antara dua manusia berbeda jenis kelamin, kemudian tumbuh rasa-rasa di dada. Apakah itu semua salah manusia? Bukankah cinta datang sendirinya tanpa diduga-duga?
Banyak orang yang rela membunuh rasanya sendiri hanya untuk menyelamatkan kedekatan dengan dia (dalam wujud teman) yang dipuja, dan untuk tetap bisa menjalani kebiasaan-kebiasaan bersamanya (meski dalam wujud teman).
Sederhananya, ada yang memilih memendam rasa hanya karena takut jadi jauh karena dia gak punya perasaan yang sama.
Miris, memang. Namun apa daya? Memang kadang rasa cinta yang tiba-tiba ada bisa menghancurkan jalinan pertemanan yang sudah dibangun sejak lama. Atau sebaliknya, status pertemanan yang ada membunuh sebuah cinta yang bersemi tiba-tiba.
“Nggak kok. Gue sama best friend gue gak ada rasa apa-apa.”
Mungkin kamu bilang nggak. Mungkin dia bilang nggak juga pas ditanya.
Tetapi di dalam hati, gak ada yang pernah tau… bahkan diri kamu.
Lalu, siapakah yang berharap dalam hubungan pertemanan kamu dengannya? Dia, atau kamu?
Dan sampai kapan mau membohongi diri sendiri?
Pertanyaan terakhir dalam hidupmu adalah…
Apakah pertemanan dan kedekatan itu lebih berharga dari rasa cinta yang tercipta? Dan apa kamu tega membunuhnya?

Kamis, 05 Februari 2015

the best teaching method for learning English



What is the best teaching method for learning English?
According to academic research, linguists have demonstrated that there is not one single best method for everyone in all contexts, and that no one teaching method is inherently superior to the others.
Also, it is not always possible – or appropriate – to apply the same methodology to all learners, who have different objectives, environments and learning needs.
Applying the most appropriate method for that learner’s specific objectives, learning style and context.
An experienced professional language teacher always adopts the Principled Eclecticism approach, deciding on the most suitable techniques and applying the most appropriate methodology for that learner’s specific objectives, learning style and context.
Methods of teaching English have developed rapidly, especially in the previous 40 years. As a language learner, training manager, or teacher, it is important to understand the various methods and techniques so that you are able to navigate the market, make educated choices, and boost your enjoyment of learning a language.
An Overview
Each teaching method is based on a particular vision of understanding the language or the learning process, often using specific techniques and materials used in a set sequence.
The main methodologies are listed below in the chronological order of their development:
  • Grammar Translation – the classical method
  • Direct Method – discovering the importance of speaking
  • Audio-lingualism – the first modern methodology
  • Humanistic Approaches – a range of holistic methods applied to language learning
  • Communicative Language Teaching – the modern standard method
  • Principled Eclecticism – fitting the method to the learner, not the learner to the method

What are the Differences?
Each method has a different focus or priority, so let’s look at what this means in practical terms in the classroom.
The more common methods have a link to a separate page with more details and an explanation of how they work, including the most common method currently used – Communicative Language Teaching:

Method
Focus
Characteristics
Written literary texts
Translate from English into your native language
Direct Method (also called Natural Method)
Everyday spoken language
Student learns by associating meaning directly in English
Sentence and sound patterns
Listening and speaking drills and pattern practice only in English
Cognitive Code Approach
Grammar rules
English grammar rules deduced and then understood in context
Humanistic Approaches – 4 popular examples:
- The Silent Way
Student interaction rather than teacher
Teacher is silent to allow student awareness of how English works
- Suggestopedia
Meaningful texts and vocabulary
Relaxed atmosphere, with music; encourages subliminal learning of English
- Community Language Learning
Student interaction
Understanding of English through active student interaction
- Comprehension Approach (Natural Approach, the Learnables, and Total Physical Response)
Listening comprehension
English speaking delayed until students are ready; meaning clarified through actions and visuals
Interaction, authentic communication and negotiating meaning
Understanding of English through active student interaction; role play, games, information gaps
Content-based, Task-based, and Participatory Approaches
What is being communicated, not structure of English
Content based on relevance to students’ lives: topics, tasks, problem-solving
Learning Strategy Training, Cooperative Learning, and Multiple Intelligences
How to learn
Teach learning strategies, cooperation; activities vary according to different intelligences
Based on Techniques and Principles in Language Teaching (Oxford University Press)
Modern Teaching Methods
As mentioned above, the modern language teacher doesn’t follow one rigid method, but applies the Principled Eclecticism approach – fitting the method to the learner, not vice versa.
This means choosing the techniques and activities that are appropriate for each particular task, context and learner, with a focus on motivation and helping learners become independent and inspired to learn more.
The explanation of Principled Eclecticism also includes a useful ten-point guide for teachers and language students on the best teaching and learning techniques



Senin, 26 Januari 2015

MANAJEMEN KELAS


MANAJEMEN KELAS


Manajemen kelas adalah cara guru mengorganisasikan atau mengatur murid sehingga proses belajar mengajar dapat belangsung secara efesien dan aman. Didalam manajemen kelas akan dilibatkan beberapa faktor seperti
A.      Lingkungan fisik kelas
Ada empat kategori yang harus diperhatikan
a.      Pendangan , bunyi dan hiburan
Guru harus mengontrol kelas dengan cara
a)      Kelas teratur , bersih dan tertib dalam penampilan
b)      Kursi yang diatur tepat
c)      Gunakan papan berita jika ada
d)     Kelas harus bebas dari suara keributan
e)      Adanya sistem pemanas atau sistem pendingin yang beroperasi
b.      Pengaturan tempat duduk
a.       Hindari susunan kursi yang seperti formasi militer
b.      Jika kelas berukuran kecil gunakan bentuk susunan setengah lingkaran
c.       Coba gunakan konfigurasi sehingga terjadinya interaksi antara siswa
d.      Tidak perlu mengutak-atik untuk memaksa siswa yang berbeda untuk dicampukan

c.       penggunaan papan tulis
Papan tulis harus dimanfaatkan sebagai media audio maupun media visual. Papan tulis harus teratur dan adanya penghapus papan tulis .tulisan guru dipapan tulis harus jelas dan rapi sehingga siswa tidak kebingungan saat mencatat apa yang ditulis guru.

d.      Peralatan yang digunakan dalam pembelajaran
Gunakan peralatan listrik seperti OHP atau video player dengan memperhatikan ;
a.       Peralatan harus cocok dan nyaman
b.      Siswa bisa melihat atau mendengarnya
c.       Guru tahu cara menggunakannya

 


BAB II
DIMENSI SOSIAL KELAS

A.   Mengatur kelas yang besar
Kelas harus mempunyai jumlah siswa antara 50-75 siswa , idealnya kelas bahasa tidak boleh melebihi seratus orang siswa
Ada beberapa masalah yang terjadi di kelas besar seperti
a.       Kemahiran dan kemampuan yang bervariasi disetiap siswa
b.      Perhatian ke siswa jadi minimal
c.       Kesempatan siswa untuk beberbica berkurang
d.      Guru sebagai umpan balik pada siswa terbatas

Bebarapa solusi untuk mengahadapi masalah ini adalah
a.       Cobalah membuat siswa merasa diperhatikan
b.      Tetapkan siswa sebagai kerja interaktif
c.       Optimalkan menggunakan kerja berpasangan
d.      Lakukan aktifitas pemahaman pendengaran dengan menggunakan tapes. Video, suara guru
e.       Berikan siswa kerja tambahan sesuai dengan kemahiran
f.       Atur kecil pusat pembelajaran
g.      Atur percakapan dan belajar kelompok yang informal

Ada beberapa macam cara mengatur pembelajaran berdasarkan ukuran kelas yang diajarkan, yaitu sebagai berikut ;

a.      Mengajar satu per satu (teaching one by one )
Siswa belajar sendiri dengan guru lebih dari satu jam atau seminggu yang biasa disebut kelas privat
Keuntungan belajar secara satu persatu
a)      Guru privat hanya difokuskan pada satu orang siswa
b)      Mengajar satu persatu akan meningkatkan umpan balik pada dari guru
c)      Lebih mudah disesuaikan

ketidak untungan mengajar satu per satu ;
a)      Sulit dalam  meningkatkan hubungan untuk membuat rapor
b)      Guru sulit membuat perjanjian terhadap meraka yang tidak menyukai guru tersebut
c)      Beberapa siswa privat kurang percaya diri atau kurang aktif berbicara
            Ada beberapa pendeketan yang digunakan guru dalam mengajar siswa privat
a)      Buat kesan yang baik
b)      Persiapan yang baik
c)      Sesuaikan
d)     Baradaptasi dengan siswa
e)      Lihat dan dengarkan
f)       Berikan penjelasan dan pemahaman
g)      Jangan takut untuk katakan tidak

b.      Mengajar dalam Kelas yang besar
Banyak keuntungan yang didapatkan dalam mengajar kelas yang besar,dengan mengajar kelas besar interaksi siswa dalam belajar akan lancar dan banyak sumber yang akan didapatkan dari siswa. Ada beberapa kunci sukses dalam mengajar kelas besar (strategi mengajar dengan kelas yang besar ) yaitu sebagai berikut ;
a)      Organisasikan, guru harus tahu apa yang guru lakukan sebelum memulai pelajaran
b)      Tetapkan rutinitas , guru bisa membuat pekerjaan seperti mengambil daftar hadir, mengatur dan mengambil PR dan membuat kelompok kerja berpasangan atau kelompok grup
c)      Gunakan langkah yang berbeda untuk aktifitas yang berbeda, dengan cara guru menjelaskan dan siswa mendengarkan
d)     Maksimalkan pelajaran siswa, semakin banayak siswa diberikan kerja individual semakin banyak guru menyalurkan keaktifan bekerja secara keseluruhan
e)      Gunakan siswa, guru bisa memberikan siswa tanggung jawab contohnya untuk siswa yang mengumpulkan PR , yang mengambil daftar hadir dan guru bisa meminta siswa yang lebih pandai untuk mengajar siswa yang lain.
f)       Gunakan lembaran kerja
g)      Gunakan kerja berpasangan dan kerja kelompok grup
h)      Gunakan reaksi secara bersamaan
i)        Ambil perhitungan penglihatan dan pendengaran
j)        Gunakan ukuran dari kelompok siswa untuk keuntungan guru
a). Mengelompok siswa
1.      Kelompok yang berbeda
a.      Mengatur kelas yang butuh banyak siswa
Keuntungan mengajar kelas yang butuh banyak siswa

a)      Memperkuat rasa kebersamaan diantara anggota kelompok
b)      Sangat cocok utuk aktifitas guru sebagai pengontrol
c)      Dapat mengukur suasana hati guru didalam kelas
                        Kekurangan kelas yang butuh banyak siswa
a)      Menyokong kelompok daripada individu
b)      Siswa individual tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara
c)      Banyak siswa yang tidak mau berpatisipasi didepan kelas, sehingga membawa mereka dalam kegagalan
d)     Tidak bisa membawa siswa mengambil tanggung jawab pelajarannya sendiri
e)      Cara yang tidak bagus dalam mengatur kecakapan belajar bahasa
b.      Mengatur tempat duduk dalam kelas yang besar
a)      Barisan yang rapi, guru dapat melihat dengan jelas sikap siswa dan siswapun bisa melihat smua guru, sangat cocok untuk aktifitas seperti menjelaskan pola grammar. Melihat video/DVD/power point atau menggunakan papan tulis atau overhead projector dan juga sangat berguna ketika siswa mempraktekan bahasa
b)      Pengaturan tempat duduk berbentuk lingkaran dan ladam
Guru akan mungkin berdiri diluar lingkaran dan berdiri didepan dan mengatur tempat duduk seperti lingkaran dan ladam .siswa dapat berbagi rasa kebersamaan dan informasi yang dibicarakan, kontak mata, ini lebih bagus daripada siswa duduk di barisan.
c)      Aturan tempat duduk seperti dengan memisahkan meja,disini guru bisa berjalan untuk memeriksa pekerjaan siswa dan membantu siswa yang kesulitan. Seperate table sangat berguna terutama dalam kelas yang mempunyai kemampuan yang berbeda dimana siswa bisa lebih konsentrasi dengan tugas yang berbeda, tetapi seperate table  lebih sulit mengajar di aktifitas kelas keseluruhan . siswa tidak bisa untuk lebih dekat dengan siswa lain.
                               Kerja berpasangan (pairwork)
                        Siswa bisa mempraktekan bahasa bersama, belajar sebuah teks, memeliti bahasadan aktifitas mengambil informasi yang belum diketahui.
Keuntungan dalam Kerja berpasangan (pairwork)
a.       Dapat menambah kegiatan berbicara satu dengan lainnya
b.      Siswa bebas bekerja dan berinteraksi tanpa pentingnnya menggunakan guru panduan
c.       Guru banyak mempunyai waktu dengan kelompok berpasangan ketika siswa lain melanjutkan pekerjaannyq
d.      Lebih diakui ‘dua kepala lebih baik daripada satu’ dan ini membantu relaksasi dan ramahnya dikelas
e.       Relativ cepat dan mudah diatur
Kekurangan dalam Kerja berpasangan (pairwork)
a.       Kerja berpasangan seringkali lebih berisik sehingga memuat siswa dan guru tidak suka ini
b.      Siswa bisa hampir kehilangan poin dalam latihan , berbicara tentang sesuatu yang lain secara lengkap
c.       Pilihan terkadang menjadi masalah terutama siswa menemukan bekerja dengan diriny sendiri dengan yang tidak mengerjakan

Kerja kelompok grup (groupwork)
Siswa bisa menulis cerita dengan berkelompok atau menggunakan role-play  dengan melibatkan lima orang , siswa bisa menyiapkan presentasi atau diskusi dan membuat kelompok kesimpulan
Keuntungan dalam Kerja kelompok grup (groupwork)
a.       Memberikan kesempatan untuk berbicara untuk siswa
b.      Mereka mempunyai kesempatan berbagi pendapan
c.       Mendorong siswa secara luas kemampuan siswa
d.      Siswa bisa membuat keputusan dalam kelompok tanpa dijelaskan oleh guru
e.       Siswa bisa memilih tingkat partisipasinya dalam kelas
Kekurangan dalam Kerja kelompok grup (groupwork)
a.       Bisa menjadi keributan , siswa bisa kehilangan kontrol
b.      Tidak semua siswa fokus dari perhatian guru
c.       Siswa bisa kurang memahami ,sehingga mereka menjadi pasif dibandikan siswa yang aktif
2.      Mengatur kerja berpasangan dan kerja kelompok grup
a.       Buatlah sebuah pekerjaan
Buatlah aktifitas kelompok siswa , ketika selesai mintalah mereka menulis atau letakkan mereka sesuai apa yang dirasakan mereka tentang hal tersebut . guru bisa memulai diskusi dengan kelompok yang berbeda sehingga mendahulukan kelompok kerja dan kelompok berpasangan.
b.      Mebuat kelompok berpasangan dan kelompok grup
Guru harus mempetimbngkan bagaimana guru akan meletakkan mereka dalam kelompok berpasangan atau kelompok berpasangan yang akan mereka kerjakan. Guru bisa memutuskan dengan cara ;
1.      Pertemanan atau persahabatan
Guru bisa melihat siswa dari teman kelas mereka dan membuat observasi selanjutnya . guru harus meyakinkan dari siswa yang kurang disukainya ,yang ditakuti . gunakan sosiogram untuk mengetahui apa yang ditulis oleh siswa lalu siswa diminta untuk menulis nama didalam kertas yang mereka sukai didalam kelas dan satunya lagi diminta menuliskan nama yang tidak mereka sukai (sosiogram mungkin digunakan untuk keputusan dalam membuat kelompok kerja siswa )



2.      Mengurutkan
Guru harus mencampurkan siswa yang lemah dan kuat dalam pelajaran sehingga kelompok belajar dapat membantu siswa yang kurang memahami atau teman sebayanya dalam pengetahuan
Guru harus membuat kelompok dengan membuat siswa berada ditingkat yang sama sehingga dapat membantu siswa yang kurang memahami pelajaran tetapi siswa yang memahami pelajaran akan merasakan jengkel dan siswa berada di kelompok lemah akan kehilangan semangat karena berbeda kemampuan
3.      Kesempatan
Salah satu mengelompokan siswa dengan cara siswa duduk diantara meeka dalam kerja berpasangan atau kelompok. Guu bisa mengatur kelompok dengan memberikan kebebasab siswa dikelas berkelompok dengan siapa yang mereka inginkan,guru juga bisa mencampurkan dengan cara menyuruh siswa duduk berdasarkan tanggal lahir , berdasarkan warna pakaian dan berdasarkan pekerjaannya
4.      Tugas
Tugas bisa membedekan mereka dengan pekerjaannya, contohnya , guru ingin siswa dari berbeda asal menyamakan budayanya , guru akan mencoba memastikan siswa dari tempat yang sama yang tidak mengerjakan tugas secara bersama
5.      Mengubah kelompok
Kelompok belajar bisa diubah ketika beraktifitas selanjutnya.siswa bisa memulai pelajaran dikelompok besar dan berhenti di kelompok yang kecil. Jika kelompok merencanakan sesuatu atau berdiskusi, anggota bisa datang dan keluar untuk berbagi informasi dan mengambil informasi yang berbeda dan kembali pada kelompok asalnya
6.      Gender atau status
Guru harus bisa berusaha tidak memikirkan status siswa . guru bisa mencoba membuat kelompok pertemanan. Guru bisa membantu siswa yang lemah sehingga dapat berkembang didalam aktifitas yang berbeda.

3.      Prosedur untuk kelompok berpasangan dan kelompok grup
a)      Sebelum , guru harus mengikuti rangkaian , mengikutsetakan , menginstruksi dan mengajukan serta siswa harus tahu apa yang akan mereka lakukan , mereka butuh diberikan sebuah gagasan ketika siswa menyelesaikan sebuah tugas . guru bisa memberikan siswa intruksi untuk mempraktekkan bahasa dalam kerja berpasangan atau menggunakan kamus untuk mengetahui kosakata yang tidak mereka ketahui
b)      Selama jam pelajaran berlangsung , guru harus tetap berada didepan kelas dan pandangan semua siswa dalam kelas seperti melihaat, mendengar dan membantu mereka dalam tugasnya , guru bisa menjadi pembisik,sebagai sumber pengetahuan dan pembantu dalam belajar
c)      Setelah jam pelajaran, guru butuh mengatur umpan balik siswa dalam diskusi yang terjadi dalam kelompok belajar. Prosedur ini membantu untuk menyamakan kesimpulan yang mereka dapatkan.

B.     Mengatur kemampuan yang berbeda
Siswa lebih cenderung untuk melebihi guru karena mereka merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang sangt sulit. Guru bisa mengatur situasi ini dengan memberi siswa penempatan, jadi siswa bisa diletakkan sesuai dengan kemampuan mereka. Diengan mengatur kemampuan yang berbeda siswa yang berada dalam kemampuan kurang rendah dapat menyeimbangi.
a.       Siswa yang Bekerja dengan muatan yang berbeda
a)      Sediakan mereka materi yang berbeda , berikan siswa sesuai dengan kebutuhannya
b)      Izikan siswa membuat pilihan tentang yang akan mereka kerjakan
b.      Siswa yang beerja dengan tanggapan yang berbeda
a)      Berikan siswa tugas yang berbeda
b)      Berikan siswa aturan yang berbeda
c)      Hargai yang cepat menyelesaikan
d)     Dorong reaksi siswa yang berbeda untuk menjawab
e)      Kenali kelebihan siswa yang berbeda menjawab